A.
FUNGSIONAL DEPENDENCY
Fungsional Dependency menggambarkan relationship / hubungan, batasan,
keterkaitan antara attribut2 dalam relasi.
Simbol yang digunakan untuk Fungsional Dependency dibaca secara fungsional.
Contoh:
Tabel
pemasok barang
No_pemasok
|
Nama_pemasok
|
15
|
Karina
|
20
|
Rizal
|
25
|
Alddina
|
Ketergantungan pada tabel pemasok
barang diatas adalah :
No_pemasok -> Nama_pemasok atau No_pemasok
menentukan Nama_pemasok
Tabel Siswa
Matkul
|
Nim
|
Nama
|
Nilai
|
Biologi
|
5302411015
|
Karina
|
A
|
Geografi
|
5302411033
|
Alddina
|
AB
|
Fisika
|
5302411052
|
Minhatul
|
A
|
Ketergantungan pada tabel siswa
diatas adalah :
Nim -> Nama atau Nim menentukan Nama , karena untuk
setiap nilai dengan Nim yang sama maka nilai dengan nama juga akan sama.
{Matkul,Nim} -> Nilai
Matkul dan Nim dapat menentukan Nilai jika Matkul dan
Nilai merupakan gabungan.
Macam-Macam
Functional Dependency
1.
Full
Functional Dependency
Menunjukkan suatu relasi jika
terdapat atribut A dan B dalam satu relasi, dimana atribut B memiliki ketergantungan
fungsional secara penuh pada atribut A dan atribut A ketergantungan pada
atribut B. Full functional dependency hanya terdiri dari satu atribut saja.
2.
Partially
Dependency
Merupakan ketergantungan fungsional
dimana beberapa atribut dapat dihilangkan dari A dengan ketergantungan tetap
dipertahankan. Dan B memiliki dependensi terhadap subset A. Pada partially
dependency ini salah satu dari atributnya harus primary key.
3.
Transitive
Dependency
Merupakan suatu ketergantungan
fungsional dimana A, B,C adalah atribut sebuah relasi dimana A -> B dan B
-> C. Maka, C dikatakan sebagai
transitive dependency terhadap A melalui B
B. NORMALISASI
ΓΌ Normalisasi
merupakan suatu proses untuk mendapatkan struktur tabel atau relasi yang
efisien dan bebas dari anomali, dan mengacu pada cara data item dikelompokkan
ke dalam struktur record.
Tujuan
Normalisasi , adalah:
1.
Mengoptimalkan struktur-struktur tabel.
2.
Meningkatkan kecepatan.
3.
Menghilangkan pemasukan data yang sama.
4.
Lebih efisien dalam penggunaan media penyimpanan.
5.
Mengurangi redudansi yaitu adanya penggandaaan data.
6.
Menghindari anomali yaitu adanya keanehan-keanehan dari data.
7.
Menjaga integritas data.
Bentuk-bentuk
Normalisasi :
1.
First Normal Form (1NF)
Merupakan suatu keadaan dimana
perpotongan baris dan kolom pada relasi hanya berisi satu nilai. Pada bentuk
ini tidak diperbolehkan adanya atribut multivalue (atribut bernilai banyak) dan
atribut komposit, atau perpaduan di antara keduanya.
2.
Second Normal Form (2NF)
Merupakan suatu tabel dikatakan 2NF
jika 1NF sudah terpenuhi dan semua atribut selain primary key secara utuh
memiliki ketergantungan fungsional pada primary key. Jika terdapat atribut yang
tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus
dipindah atau dihilangkan.
3.
Third Normal Form (3NF)
Merupakan suatu tabel dikatakan 3NF
apabila 2NF sudah terpenuhi dan tidak ada atribut non primary key yang memiliki
ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya (ketergantungan
transitif).
4.
Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
Merupakan Semua
anomali yang tersisa dari hasil penyempurnaan kebergantungan fungsional di atas
telah dihilangkan.
5.
Four Normal Form (4NF)
Semua kebergantungan bernilai banyak (multivalued dependencies) telah
dihilangkan.
6.
Five Normal Form (5NF)
Semua anomali yang tertinggal telah dihilangkan.
Langkah
Normalisasi
Dimulai
dari bentuk yang tidak normal -> bentuk 1NF (menghilangkan atribut-atribut
ganda) -> 2NF (menghilangkan dependensial partial) -> 3NF (menghilangkan
dependency transitive) -> BCNF (menghilangkan ketergantungan penentunya
bukan kunci candidate) -> 4NF (menghilangkan lebih dari satu dependency yang
bernilai ganda) -> 5NF (mengatasi dependency ganda).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar